Notes of life (1)
Assalamualaikum wr. wb.
Mengapa hal-hal berlalu begitu saja?
Padahal masa-masa berat dan berpengaruh besar serasa sudah terlewati.
Tidak ingin rasanya yang datang seenaknya pergi.
Dan kejamnya hanya tertinggal rasa yang rasanya makin menua atau diri yang suka lupa.
Pernah membaca, ntah darimana jika kalau mendapatkan sesuatu harus segera dibagikan agar tetap melekat dalam ingatan.
Maka dari itu, sebelum semua terlambat dan umur kian berkurang,saya akan membagikan sebuah cerita sederhana yang saya tidak ingin lupakan.
Namun, butuh beberapa hari untuk kembali mengumpulkan puing-puing masa yang bertebaran itu.
Padahal sudah sekuat tenaga untuk mencari dan berjuang, maka dari itu saya akan kembali mengikatnya erat.
Hanya untuk sebagai pengingat bagai lonceng yang berbunyi.
Akan selalu berbunyi saat diri ini mungkin kembali memantul jauh.
Kurang rasanya jika hanya mengandalkan diri.
Maka sebagai siasat kekurangan, sebaiknya dituliskan dalam bentuk apapun.
Dan sebaiknya dibagikan... Karena sekecil apapun kebaikan pasti akan kembali pada tuannya jika ditebarkan. Insyaallah.
Dulu, terpikir tujuan hidup itu apa?
Dan bagaimana?
Dan mengapa saya diciptakan?
Apa hanya untuk mati?
Bahkan air pun punya makna, udara punya makna, matahari punya makna... Semua bekerja dan saling tukar dalam menemukan arti.
Pencarian dimulai.
Jika memang tujuan hidup hanya mati.
Saya tidak mungkin mau dikekang seperti ini layaknya hewan.
Aturan-aturan yang menyekat diri, seakan aturan lebih bermakna dari manusianya.
Seakan diri seperti dimiliki oleh para penguasa yang bahkan saya tak tahu siapa.
Saya mulai memberontak.
Jika memang tujuan hidup adalah mati.
Saya tak mungkin hanya berdiam diri mengikuti alur cacat yang dibuat manusia.
Jika ini aturan manusia, mengapa saya harus patuh?
Saya bisa membuat yang lebih baik.
Karena saya juga manusia.
Saya hanya ingin bebas menjadi diri saya
Tapi diri saya kemana?
Hampa.
Lalu arti hidup itu apa?
Saya tidak suka melakukan hal yang tak berarti.
Setidaknya saya memiliki pijakan.
Setidaknya saya menemukan tuan yang layak untuk diri ini.
Saya bisa membuang apapun, sebaliknya saya bisa mati-matian mempertahankan apapun.
Tapi untuk diri yang seperti ini, saya butuh pembuktian yang paling nyata.
Saya butuh sesuatu yang bisa saya perjuangkan untuk memuaskan dahaga saya.
Ada sesuatu yang lapar dalam jiwa ini.
Tak hentinya mencari... Tentang apa yang terpisah dari raga ini.
Saya yakin, jika akhir hidup itu bukanlah kematian.
Jika memang kematian.
Kerusuhan pasti ada dimana-mana..
Karena manusia itu egois.
Sebelum mati pasti mereka akan melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan.
Karena mereka beepikir hidup itu cuma sekali dan mereka ingin menikmatinya dengan mencoba apapun.
Apa saja. Tanpa batasan. Sebelum mereka terbatas.
Dalam menuju kematian, pasti manusia ingin hidup sepuas -puasnya.. Seenak enaknya.. Sebahagia-bahagianya..
Banyak cara yang ia tempuh... Banyak sekali.. Kegelapan sungguh terasa... Karena orang hanya memikirkan dirinya masing-masing, gelap.
Tapi apakah itu benar?
Saya pikir tidak benar.
Masa kebenaran kaya gitu?
Memuaskan keinginan saja begitu?
Itukah hidup?
Kurang.
Saya masih lapar.
Saya ingin penerang dari semua ini, saya tidak suka disini.
Ada beberapa jiwa yang memiliki pelita, tapi itu tak cukup kuat. Hanya bertahan beberapa jam saja, uji saja kalau tak percaya.. Karena tabiatnya manusia itu egois.
Bertemu dengan orang-orang...
Disana ada bagian gelap dan terang...
Tak cukup.
Saya masih kurang.
Saya masih lapar.
Dimanakah cahaya itu?
Sungguh saya tak tahan ingin jumpa.
Hati saya sudah mau mati rasanya.
Saya sekarat disini, bahkan disisa kewarasan ini saya merasa tersiksa..
Karena hampir saja diri ini memakan dirinya sendiri..
Saya tak ingin menjadi serupa dengan mereka..
Namun, kenyataannya jika saya lengah.. Perlahan diri ini berganti tuan...
Hanya hasrat yang menggebu dan memerangi sesama.. Bahkan tak sadar melahap diri.
Maka saya harus menjadi kuat untuk melawan.
Saya butuh cahaya...
Saya butuh kekuatan...
Saya sangat haus dan kelaparan..
Saya menemukan cahaya. Paling terang dan paling nyaman. Kuat dan menenangkan.
Ia bisa mengatur jiwa saya yang sudah kurus kering.
Ketika saya menerapkan petunjuk dalam CahayaNya.
Disanalah saya menemukan diri saya yang lain.
Tak ada satupun makhluk di dunia ini yang memiliki cahaya seperti ini.
Tidak ada.
Ada suatu berkah yang menghidupi bumi yang hampir rusak karena tangan-tangan jahil.
Tapi cahaya ini turun bagai hujan emas.
Kegelapan serasa pergi sendirinya ketika kita mendekat.. Mendekat kepadaNya.
Perlahan dahaga saya hilang.
Pencarian saya bukan pada bumi manapun.
Pencarian saya hanya pada sisiNya.
Petunjuknya ada dalam kalamNya yaitu Al-Quran
Ini bukan karangan manusia..
Ini berbeda dari yang saya temukan selama ini.
Ini berbeda..
Sungguh.
Inilah awalnya saya tahu bahwa,
Tujuan hidup bukanlah mati
Allah SWT berfirman:
الٓرٰ ۗ كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ لِـتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۙ بِاِذْنِ رَبِّهِمْ اِلٰى صِرَاطِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِ
"Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Terpuji."
(QS. Ibrahim 14: 1)
هُوَ الَّذِيْ يُصَلِّيْ عَلَيْكُمْ وَمَلٰٓئِكَتُهٗ لِيُخْرِجَكُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۗ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْمًا
"Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman."
(QS. Al Ahzab 33: 43)
هُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ عَلٰى عَبْدِهٖۤ اٰيٰتٍۭ بَيِّنٰتٍ لِّيُخْرِجَكُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۗ وَاِنَّ اللّٰهَ بِكُمْ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
"Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad) untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguh, terhadap kamu Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Hadid 57: 9)
اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَوْلِيٰٓــئُهُمُ الطَّاغُوْتُ ۙ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِ ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
"Allah Pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah 2: 257)
اَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَاَحْيَيْنٰهُ وَجَعَلْنَا لَهٗ نُوْرًا يَّمْشِيْ بِهٖ فِى النَّاسِ كَمَنْ مَّثَلُهٗ فِى الظُّلُمٰتِ لَـيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكٰفِرِيْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: 122)
يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
"dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya dan menunjukkan ke jalan yang lurus."
(QS. Al-Ma'idah 5: 16)
وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا صُمٌّ وَّبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِ ۗ مَنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يُضْلِلْهُ ۗ وَمَنْ يَّشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu, dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus." (QS. Al-An'am 6: 39)
Komentar
Posting Komentar