benci

terkadang saya benci sekali dengan asumsi



terkadang kita suka merasa lega saat menjadi jujur dan melepaskan diri dari kebohongan, padahal bisa jadi apa yang kita pikirkan malah yang menipu diri kita sendiri, perangkat keras yang ada di kepala kita sedari dulu salah dalam memproses beragam definisi, yang hasilnya saling membenturkan tanpa henti

saya terkadang benci akan asumsi

hanya ingin mencari dan memintal sisaan cahayaNya

yang demikian terang dan hangat.

aku ingin entitas.

bukan buta mata buta hati

hilang diri

lalu membenci

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran