Kebenaran vs pembenaran
Assalamualaikum wr. Wb.
Alhamdulillah.....!!!!
Bisa sharing lagi di blog ini...
Semoga yang akan saya sampaikan disini sedikitnya membawa manfaat. Aamiin...
Intermezo... Saya dari dulu adalah tipikal orang yang "netral" banget lah... Dulu salah satu prinsip hidup saya itu macam "semua orang punya kebenaran masing2, dan yang benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain"
Jadi kita gak bisa ngejudge sesuatu buruk, semua itu berasa relatif, i mean sudut pandang.
Bertahun-tahun saya hidup demikian, tapi hati saya berasa aneh dengan jawaban ini, walaupun akal saya bilang ini adalah cara paling "wise"
Contoh : kita gak bisa ngejudge maling kalau dia jahat. Ya kalau dia maling karena kemiskinan, bukankah orang kaya disekitarnya yang lebih jahat karena menjadikannya maling? Siapa yang benar siapa yang salah? Yang dimalingin apa malingnya?
Menarik...
Salah ya salah.
Benar ya benar.
Manusia vs pembenarannya yang seabrek-abrek.
Dan...
Pernah gak sih kalian liat dua orang...
Dan hati kalian bilang..
"dia benar.. "
"eh dia juga benar... "
Dengan alasan mereka dengan alibi mereka..
Tadinya saya bingung dengan perbedaan dan pertikaian ini, tapi gataunya semuanya ada didalam alquran bukan hal aneh.. Kalau kita beda2...
Subhanallah.. Maha suci allah dari apa yang mereka lakukan dan ucapkan.
Hidup seolah olah dalam kebenaran masing2.
Diatas langit masih ada langit. Diatas yang mengetahui masih ada yang lebih mengetahui...
Kita memutuskan perkara bukan berdasarkan ketetapan kita atau kebijaksanaan kita, tapi berdasarkan kebesaran Allah, ketetapan Allah, kebijaksanaan Allah.
puncaknya Allah...
Kebenaran vs pembenaran.
Manusia itu gampang tersesat. Tapi Allah menurunkan cahayanya berupa petunjuk biar kita bisa belajar dan mengetahui mana yang hak mana yang batil.
لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَا لْمَلٰٓئِکَةِ وَا لْكِتٰبِ وَا لنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰ تَى الْمَا لَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَا لْمَسٰكِيْنَ وَا بْنَ السَّبِيْلِ ۙ وَا لسَّآئِلِيْنَ وَفِى الرِّقَا بِ ۚ وَاَ قَا مَ الصَّلٰوةَ وَاٰ تَى الزَّکٰوةَ ۚ وَا لْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عٰهَدُوْا ۚ وَا لصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِ ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗ وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ
"Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 177)
"gue tuh gak suka Sama orang "islam" terus dia merasa lebih superior dari orang lain, merasa lebih hebat dari orang lain, orang baik tuh katanya? Orang baik itu yang gak pernah merasa superior sehingga ia bisa merendahkan orang lain. Bisa Nerima perbedaan"
Dari kata2 ini aja saya bisa kritik :
1. Kalau dia berpendapat menurut dia orang lain superior, dan merasa kalau orang lain yang dia maksudkan itu "merasa benar sendiri" bagaimana dengan dia? Bukankah ketika ia melontarkan pendapat ia juga merasa statement yang baru ia katakan adalah kebenaran versi nya. Bukankah ia juga merasa benar? Bahkan lebih "superior" dibanding yang dituding superior.
2. Bedain deh mana timing buat lentur buat nerima perbedaan. Mana saatnya buat kita keras dan tegas sama pendirian. Kalau kita lentur banget.. Lama2 kita kehilangan jati diri kita, gak punya pendirian.
Dari poin satu... Itu aja udah rempong. Makanya kalau ada yang ribut sebenarnya semuanya harus dikembalikan lagi kepada alquran. Jadi kita memutuskan sesuatu itu bukan karena kebenaran masing2 tapi pure Karen Allah.
Thats it.
Kelar.
Gak usah kebanyakan "alibi"...
Sekali lagi kebenaran itu milik Allah.
Sekalipun ada manusia nih yang misalnya dikasih kelebihan sama Allah. Itu BUKAN KARENA MANUSIANYA YANG SUPERIOR. tapi karena Allah. Allah yg kasih segala nikmat..
Allah SWT berfirman:
ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا رَّجُلًا فِيْهِ شُرَكَآءُ مُتَشٰكِسُوْنَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِّرَجُلٍ ۗ هَلْ يَسْتَوِيٰنِ مَثَلًا ۗ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ ۚ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
"Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan, dan seorang hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang (saja). Adakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 29)
اِنَّكَ مَيِّتٌ وَّاِنَّهُمْ مَّيِّتُوْنَ ۖ
"Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati (pula)."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 30)
ثُمَّ اِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُوْنَ
"Kemudian sesungguhnya kamu pada hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 31)
SEGALA PUJI MILIK ALLAH.
kalau ada kebaikan dalam diri manusia. Itu bukan karena kita atau karena mereka. Tapi karena Allah... Semua kebaikan itu milik Allah.
فَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَا نَ ضُرٌّ دَعَا نَا ۖ ثُمَّ اِذَا خَوَّلْنٰهُ نِعْمَةً مِّنَّا ۙ قَا لَ اِنَّمَاۤ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ ۗ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَّلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
"Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami memberikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku. Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 49)
Semua adalah ujian. Jangan pernah merasa benar. Kebenaran itu milik Allah. Kalaupun kita melihat Pemuka Agama/ustadz yg kita pandang itu Kebenaranny Atau apa yang ia sampaikan. Bukan manusianya. Kalau kita lihat manusianya pasti ada kurangnya. Pasti ada salahnya. Dan bukan tugas kita gitu ngejudge amal perbuatan seseorang. Cukup lihat apa yang ia sampaikan dan berbaik sangkalah. Thats it.
Hidup di dunia adalah sebuah pelajaran. Kita belajar banyak hal. Kebaikan dan keburukkan. Sehingga kita tahu siapa diri kita. Tujuan hidup kita. Kebenran itu. Kita membedakan hal2 dari apa yang tuhan ajarkan kepada kita mealalui rasulNya.
اَوَلَمْ يَكْفِهِمْ اَنَّاۤ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ يُتْلٰى عَلَيْهِمْ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَرَحْمَةً وَّذِكْرٰى لِقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
"Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh, dalam (Al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 51)
Jadi jangan merasa baik beb...
Baik yang merasa udah dekat atau yang merasa jauh dari Allah.
Keep calm..
Kebenaran ya kebenaran.
Kebenarannya semua milik Allah.
Hal-hal yang dikemas seolah tabu..
Yang baik belum tentu benar. Yang benar belum tentu baik.
GAK. ADA YANG BEGITU.
ADA JUGA.
YANG HAK. ADALAH HAK. YANG BATIL ADALAH BATIL.
jangan dicampur2 gitu...
Katakanlah.
ذٰلِكَ بِاَ نَّ اللّٰهَ هُوَ الْحَـقُّ وَاَ نَّ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ هُوَ الْبَا طِلُ وَاَ نَّ اللّٰهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ
"Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil, dan sungguh Allah, Dialah Yang Maha Tinggi, Maha Besar."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 62)
وَاَ نْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِا لْحَـقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَـقِّ ۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًا ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَـعَلَـكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰـكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَاۤ اٰتٰٮكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَـيْـرٰتِ ۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ ۙ
"Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan,"
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 48)
Kesannya kaya "galak" kaya keras Gitu. Karena di dunia ini masyaallah. Kalau kita gak pegang teguh ayat Allah. Udahhlah jadi pepes aja. Mateng tinggal dimakan!
فَاسْتَمْسِكْ بِا لَّذِيْۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ ۚ اِنَّكَ عَلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
"Maka berpegang teguhlah engkau kepada (agama) yang telah diwahyukan kepadamu. Sungguh, engkau berada di jalan yang lurus."
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 43)
وَاِ نَّهٗ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ ۚ وَسَوْفَ تُسْئَـلُوْنَ
"Dan sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban."
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 44)
Ya sekarang ini zaman fitnah. Yang dingin itu api yang panas itu es. Subhanallah......
Intinya apa?
Intinya adalah kebenaran milik allah. Bukan seperti apa yang mereka tuduhkan atau sangkakan. Segala fitnah2 yang dilontarkan yang membuat seseorang bahkan bisa jauh dari Allah berkat "kebohongan" yang mereka ada adakan.
Hidup ini akan berakhir...
Dan apakah sepanjang hidup adalah hanya bersenang-senang lalu kita tinggalkan dalam kesia-siaan?
Tidakk... Langit dan bumi diciptakan dengan suatu alasan. Dan kita dipertemukan juga dengan banyak alasan..
Allah SWT berfirman:
وَ خَلَقَ اللّٰهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضَ بِا لْحَقِّ وَلِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍ بِۢمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
"Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan."
(QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 22)
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَآءَ وَا لْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَا طِلًا ۗ ذٰلِكَ ظَنُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۚ فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنَ النَّارِ ۗ
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka."
(QS. Sad 38: Ayat 27)
اَمْ نَجْعَلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَا لْمُفْسِدِيْنَ فِى الْاَرْضِ ۖ اَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِيْنَ كَا لْفُجَّارِ
"Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?"
(QS. Sad 38: Ayat 28)
كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْۤا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَ لْبَا بِ
"Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran."
(QS. Sad 38: Ayat 29)
Cari... Cari.. Carilah..
Find your way!
Kebenaran milik Allah...
Kesalahan milik saya.
Kalau ada kebaikan dari tulisan ini ingatlah bahwa Allah lah yang menjadikan, jika ada kesalahan itu sepenuhnya milik saya sebagai pribadi yang penuh khilaf... Hehehe.. Rabbana lakal hamdu.. Alhamdulillah..
Wassalamualaikum.
Komentar
Posting Komentar