Puncak

Allah... Maha mengetahui dari hal-hal yang tidak kita ketahui.
Allah... Maha bijaksana akan segala hal yang terjadi.

Allah memberikan petunjuknya kepada siapapun yang ia kehendaki.

Maka hendaknya kita ada untuk mencari karunianya yang tersebar dan membentang disetiap langkah yang melafadzkan namanya

Kehilangan.
Mengapa kita selalu merasa Allah mengambil sesuatu?
Padahal sudah jelas bahwa segala sesuatu di dunia hanyalah pemberian dari Allah.

Untuk apa?
Untuk menguji sebagai perhiasan.

Apakah setelah diuji seseorang akan tetap sama?

Tentu tidak. Allah memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga kenikmatanya didalam jiwa.

Berpasrah kepada Allah adalah puncak dari segala kehilangan yang terasa..

Terkadang harta, orang terkasih, kesehatan kita diambil. Tapi selalu ada hikmahnya

Disaat kita mengikhlaskan...

Disanalah Allah mengajarkan kita agar senantiasa bersabar dan tetap berpasrah hanya padanya untuk bersiap.

Bersiap untuk apa?

Tentu untuk mati.

Apakah kehilangan yang terbesar? Kalau bukan jiwamu sendiri?

Apakah kau ikhlas? Meninggalkan segala yang ada di bumi.

Hartamu.. Keluargamu.. Hidupmu..

Maka.. Janganlah lalai dalam hidup.

Allah mengambil sedikit harta agar kita ikhlas... Mengambil orang yang kita sayangi agar kita ikhlas. Semuaaaa... Karena mengharap keridhaan Allah.

Hanya keridhaannya.

Tak ada yang perlu disesali

Ketika semua sudah dipasrahkan.

Lakukan sebaik-baiknya.

Ketika tugasmu selesai.

Maka Allah akan memanggilmu dengan penuh kerinduan.

Dan kau akan pulang.

Datanglah tanpa penyesalan. Hiduplah dengan keikhlasan. Pulanglah dengan rasa rindu.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

"Wahai jiwa yang tenang!"

ارْجِعِيْۤ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

"Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya."

فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِى

"Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,"

وَادْخُلِيْ جَنَّتِى

"dan masuklah ke dalam surga-Ku."
(QS. Al-Fajr 89: 27- 30)
.
.
.
.
Bimbinglah kami ya Allah.. Agar termasuk kedalam golongan hamba-hambaMu, insyaallah... Aamiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran