Semangat berhijrah! Fighting!

Assalamualaikum wr. Wb.
Selamat malam semuanya! Semoga keberkahan dari Allah selalu terlimpahkan kepadamu!

Kali ini sharing lagi! Tentang fenomena zaman now.
Menarik untuk disimak, karena memang sedang kita alami dan dihadapi di tengah kegilaan zaman ini. Hak dan batil ke blend yaudah coba kita pisahin yuk.

Langsung saja, saya ingin sekali membahas tentang fenomena munafik dan tentang seseorang yang ingin berhijrah.

Pernah gak sih kalian ngerasa gitu, saat kalian mau jadi baik malah dikata munafik atau muka dua?

Yaudah yuk coba kita simak dan pisahin bareng2 yuk!

Bismillahirrahmanirrahim...

Awalan, Munafik adalah orang yang memiliki sifat nifak. Nifak artinya menampakkan yang baik dan menyembunyikan yang buruk.

Allah SWT berfirman :

إِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ غَرَّ هَٰؤُلَاءِ دِينُهُمْ ۗ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. al-Anfa-l 8: 49)

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (Q.S. an-Nisa’ 4: 142)

Dalam sejarah Islam,penyakit orang munafik telah menyebabkan Nabi Muhammad saw. dan pasukan muslimin menderita kerugian. Gara-gara tindakan munafik, sebagian tentara Islam membelot sehingga kaum muslimin mengalami kekalahan dalam Perang Uhud.

Yang saya bisa tangkap adalah, mereka adalah orang2 yang mengaku benar dan beriman tapi membelot pada akhirnya, jika dipinta untuk menjalankan perintah Allah. Walaupun sebelumnya mereka telah berjanji atau bersumpah setia namun ternyata semua itu hanya kemunafikan (semoga kita selalu dilindungi dari sifat ini)

Ciri-ciri orang munafik dapat kamu temukan dalam hadis Rasulullah yang disampaikan Abu Hurairah berikut ini:

“Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu: 1) jika berbicara ia berdusta, 2) jika berjanji ia ingkar, dan 3) jika dipercaya ia berkhianat.” (H.R. al-Bukha-ri)

Itu orang munafik, orang yang kata-katanya tidak bisa dipegang oleh seorang pun bahkan dirinya sendiri, subhanallah.

Mereka yang menyembunyikan kejelekan dalam diri mereka namun berpura-pura islam, berpura-pura membela namun pada akhirnya mereka menyiapkan trik untuk meninggalkan atau menjatuhkan. Mereka hendak menipu Allah. Namun Allah membalas tipuan mereka! La hawla wa la kuwata ila billah.

Fenomenanya adalah zaman sekarang itu dikit2 orang-orang itu ngatain orang lain dengan entengnya "munafik"

Contoh langsung aja (mohon maaf ya cuma ambil pemisalan aja), ada sosok youtuber dan ironisnya banyak anak muda yang suka sama idola muda ini karena di cap "asik dan tidak munafik"

"kamu suci... Aku penuh dosa"

Seakan-akan ya dari liriknya itu kaya provokasi gitu... Anak anak yang mau hijrah gitu, jadi takut untuk berhijrah atau berubah jadi lebih baik karena mereka takut di cap munafik.

"Daripada gue munafik kaya lo, mending gue apa adanya gue lah.. Setan.. Ya setan sekalian.. Daripada sok2an alim"
Wadawwwwwwwwwwww.....

Fitnah dunia banget!

Inilah peranan hati dan niat main disini.

Sama kaya temen nih saat aku minta nasihat dari dia, bilang gini, "aku mah belum dalam kapasitasnya dalam menasehati.. Ilmu aku masih dikit"

Subhanallah... Ilmu kita memang sedikit, hanya ilmu Allah yang memang maha luas.

Kalau yang cuma boleh beri nasehat atau sekedar berdakwah haruslah berstandar kyai atau ulama, kaya imam syafii atau imam malik atau imam hanafi atau al ghazali, itu teh gimana?

Bukannya tugas muslim itu salah satunya berdakwah ya?
Allah gak serta merta nyuruh2 kita... Semua ada hikmahnya dibalik itu semua.. Walaupun sedikit yang kita miliki bagikanlah! Mana tahu amal itulah yang membawa ke syurga!

Dan apa iya seorang imam kalau ngasih nasehat itu selalu lah benar?

Jawabannya tidak juga.

Allahu alam. Atau ya jika Allah mengizinkan.

Bahkan seorang anak kecil pun jika ia menyampaikan kebaikan walaupun ilmunya tak seluas orang yang berilmu tapi jika masuk kedalam hati bukankah itu hidayah juga?

Karena selayaknya yang menurunkan hidayah itu Allah swt.  Bukannya syekh atau ustad itu. Mereka hanyalah perantara Allah yang harus kita hargai.

Jangan sampai ada orang yang mau baik malah dibilang ah dia mah orang dulunya tukang clubbing, sok-sok an nih ke masjid...

Walah....

Error.

Gak ada namanya orang mau jadi baik malah dibilang munafik. Sesungguhnya itu adalah haq dan batil yang sangat berbeda.

Orang yang hijrah : niatannya adalah karena Allah bukan karena makhluk. Dan ia hanya mengharapkan balasan di sisi Allah.

Orang munafik : niatannya adalah bukan karena Allah. Ia hanya mengharapkan keuntungannya sendiri entah itu apalah apalah lah. Pokoknya niatnya bukan menjadi baik.

Karena pada hakikatnya kebaikan = Allah (titik)
Allah SWT berfirman:

لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰٓئِکَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ ۚ  وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ ۙ  وَالسَّآئِلِيْنَ وَفِى الرِّقَابِ ۚ  وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّکٰوةَ  ۚ  وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عٰهَدُوْا ۚ  وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِ ۗ  اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

"Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Baqarah 2:  177)

Tanpa Allah dan seizinnya tak akan mungkin kita mendapatkan kebaikan atau kemuliaan.

Semua yang baik2 itu selayaknya adalah pemberian. Kita mah cuma hamba. Jangan sombong. Bilang "saya udah baik. Saya udah baik. Terus bilang Dia mah baru hijrah". Lahhhh...

Emang kebaikan milik situ?

Bahkan detik ini pun Allah bisa saja mencabut rahmatnya darimu.
Alhamdulillah banyak banyaklah bersyukur.

Allah SWT berfirman:

مَا يَوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَلَا الْمُشْرِكِيْنَ اَنْ يُّنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ خَيْرٍ مِّنْ رَّبِّکُمْ ۗ  وَاللّٰهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهٖ مَنْ يَّشَآءُ ۗ  وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

"Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar."
(QS. Al-Baqarah 2: 105)

Tidak. Kebaikan hanya milik Allah.

Bukan milik seorang pun makhluk. Bahkan nabi muhammad pun juga hanyalah sebagai manusia pilihannya yang menjadi penghantar risalah Allah. Maka Allah muliakan beliau.

Segala kebaikan tetap milik Allah. Mohonnya tetap ke Allah. Cuma Allah yang memberi kebaikan dan hidayah.

Allah SWT berfirman:

يَمُنُّوْنَ عَلَيْكَ اَنْ اَسْلَمُوْا   ۗ  قُلْ لَّا تَمُنُّوْا عَلَيَّ اِسْلَامَكُمْ   ۚ  بَلِ اللّٰهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ اَنْ هَدٰٮكُمْ لِلْاِيْمَانِ اِنْ كُنْـتُمْ صٰدِقِيْنَ

"Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar."
(QS. Al-Hujurat 49: 17)

Jadi jangan campurin hal hal yang haq sama yang batil. Mereka beda jauh. Jangan suka bikin orang bingung. Jangan suka menjauhi orang dari kebenaran yang kamu sembunyikan atau yang kamu tidak mengerti. Jangan.

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَلْبِسُوْنَ الْحَـقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوْنَ الْحَـقَّ وَاَنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ

"Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan kamu menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 71)

Notes: buat temen-temen yang mau hijrah atau berpindah ke yang lebih baik lagi. Jangan menyerah ya! Fokusin cinta kalian sama Allah lakuin amalan sesuai yang gak bertentangan sama alquran dan hadits. Sesungguhnya ilmu Allah itu luas. Kalian bisa eksplore apapun asalkan niatnya ibadah karena Allah dan tidak menentang syariat Allah.

Pengalaman nih, buat mereka teman-teman lama kalian yang kurang mengerti ya. Sudah maafin aja... Doakan mereka semoga mereka dapat hidayah juga...

Allah SWT berfirman:

وَدَّ کَثِيْرٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ  لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِكُمْ كُفَّارًا   ۚ  حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ  اَنْفُسِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَـقُّ  ۚ  فَاعْفُوْا  وَاصْفَحُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى کُلِّ شَيْءٍ  قَدِيْرٌ

"Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Baqarah 2:  109)

Tapi janganlah kata2 mereka melemahkan kamu! Cari Allah terus cari terus. Lewat apa aja.. Bisa lewat majelis, temen2 yang sama2 hijrah yang insyaallah soleh, lewat ibadah tadabur quran atau apapun cari Allah. Sibukin diri sama hal-hal yang bikin kangen terus ke Allah.

Pokoknya insyallah Allah merahmati dan menyayangi kalian semua yang berjuang di jalan allah dan menegakan syariat Allah, insyaallah aamiin.
Tapi janganlah kata2 mereka melemahkan kamu! Cari Allah terus cari terus. Lewat apa aja.. Bisa lewat majelis, temen2 yang sama2 hijrah yang insyaallah soleh, lewat ibadah tadabur quran atau apapun cari Allah. Sibukin diri sama hal-hal yang bikin kangen terus ke Allah.

Pokoknya insyallah Allah merahmati dan menyayangi kalian semua yang berjuang di jalan allah dan menegakan syariat Allah, insyaallah aamiin.

Akhir kata, itu aja yang bisa saya bagikan. Sekali lagi kebaikan hanya milik Allah dan kekurangan milik saya. Mohon maaf atas segala kekurangan. Sedikitnya semoga dapat memberi manfaat. Wassalamualaikum wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran