Bukan!

Aku menatap wajah langit
Langit menatapku dengan sengit

Sepertinya ia menghinaku
Ataukah ia menantangku?

Tanpa pikir panjang aku berdiri
Tadinya aku mau naik pitam

Tapi tidak jadi karena langit mendung
Lalu aku lekas pergi ke lumbung
Aku pun terduduk disana diam menunggu
Pikirku langit akan hujan.

Tapi mengapa hujan juga tak turun.
Apakah hujan marah padaku?
Apakah hujan benci padaku?

Aku merengut sebal hendak mengutuk
Tapi ku urungkan niatku
Karena petir mulai menyambar
Dengan kilat serta halilintar

Maka marahku ikut meredup
Saat langit berbicara dengan hujan
Mereka saling sapa dengan angin
Mereka umbar tawa lewat dingin

Sesakku terbawa angin
Gundahku dibekuk dingin
Mereka hasil nostalgia awan
Yang berselisih lalu berkawan

Mereka semua kutemukan...

Saat ku belum memaki langit
Ataupun ku gagal membenci hujan.

Pikirku keburukan, ternyata bukan!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran